RASIONAL DAN ELEMEN PERUBAHAN KURIKULUM 2013

A.      latar belakang perlunya pengembangan kurikulum 2013
Kurikulum merupakan salah satu unsur yang memberikan kontribusi untuk mewujudkan proses berkembangnya kualitas potensi peserta didik tersebut. Kurikulum 2013 dikembangkan berbasis pada kompetensi sangat diperlukan sebagai instrument untuk mengarahkan peserta didik menjadi :
1.       Manusia berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang berubah
2.       Manusia yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri; dan
3.       Warga Negara yang demokratis, bertanggung jawab.
pengembangan kurikulum 2013 merupakan langkah lanjutan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2014 dan KTSP 2006 yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu.

B.      Rasional pengembangan kuriulum 2013
Penembangan kurikulum perlu dilakukan karena adanya berbagai tantangan yang dihadapi, baik tantangan internal maupun tantangan eksternal
1.       Tantangan Internal
(a)    Pemenuhan 8 Standar nasional pendidikan yang meliputi standar pengelolaan, standar biaya, standar sarana prasarana, standar pendidik dan ketenaga kependidikan, standar isi, standar penilaian, dan kompetensi lulusan.
(b)   perkembangan penduduk Indonesia dilihat dari pertumbuhan penduduk usia produktif. SDM usia produktif yang melimpah apabila memiliki kompetensi dan keterampilan akan menjadi modal pembangunan yang luar biasa besarnya. Namun, apabila tidak memiliki kompetensi dan keterampilan tentunya akan menjadi beban pembangunan.
2.       Tantangan Eksternal
Tantangan eksternal yang dihadapi dunia pendidikan antara lain berkaitan dengan :
(a)    Tantangan masa depan antara lain globalisasi, kemajuan teknologi informasi
(b)   kompetensi masa depan antara lain kemampuan berkomunikasi, kemampuan berpikir jernih dan kritis, kemampuan menjadi warga Negara yang bertanggung jawab, kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda, dan memiliki kesiapan untuk bekerja.
(c)    persepsi masyarakat antara lain terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif, beban siswa terlalu berat, kurang bermuatan karakter.
(d)   perkembangan pengetahuan dan pedagogi antara lain neurologi, psikologi, observation based (discovey) learning dan collaborative learning.
(e)   fenomena negative antara lain perkelahian pelajar, narkoba, korupsi, plagiarism, dan kecurangan dalam ujian ( contek, kerpek…)
3.       Penyempurnaan Pola Pikir

pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masa depan hanya akan dapat terwujud apabila terjadi pergeseran atau perubahan pola piker dalam proses pembelajaran sebagai berikut ini .

0 komentar

Post a Comment